Rabu, 29 April 2009

MENGATASI KETAKUTAN


Ketakutan, sesungguhnya merupakan keadaan pikiran. Monster ketakutan, tercipta di dalam pikiran. Baik karena kita ciptakan sendiri maupun akibat berbagai rangsangan dari luar: melalui informasi, ajaran, bisikan dan pengaruh lingkungan yang perlahan namun pasti, membiakkan monster ketakutan itu di dalam pikiran.

Anda tentunya telah mengerti, bahwa setiap orang sesungguhnya punya kemampuan untuk mengendalikan pikirannya sendiri. Dengan demikian, ia bisa memilih untuk mengenyahkan monster ketakutan di dalam pikirannya, atau malah membuatnya semakin membesar. Jika seseorang membiarkan pikirannya menjadi tempat terbuka yang membuat berbagai pikiran negatif – termasuk ketakutan - dari orang lain singgah bahkan menetap, maka tentu saja pikirannya akan menjadi negatif. Sebaliknya, jika ia memilih untuk mengendalikan sepenuhnya pikiran sehingga hanya berisi hal-hal yang baik – termasuk keberanian (sebagai lawan ketakutan) – maka ia akan mendapatkan kebaikan dalam hidup.

Cara terbaik untuk mengenyahkan monster ketakutan (juga rasa cemas dan gelisah), adalah dengan membulatkan keyakinan bahwa yang apa kita takutkan (dan cemaskan, atau gelisahkan), sesungguhnya tak nyata. Itu hanya ilusi! Misalkan Anda takut pada kemiskinan. Anda demikian khawatir dan gelisah di masa depan Anda akan terperangkap dalam kemiskinan. Jika demikian, coba pikirkan! Apakah yang Anda takutkan itu sudah terjadi? Belum bukan? Apakah itu pasti terjadi? Tidak juga bukan? Apakah Anda masih punya waktu untuk memastikan agar hal itu tak terjadi? Ya, jelas masih! Lalu apa yang Anda takutkan, gelisahkan dan khawatirkan? Bayangan Anda sendiri.

Ada sebuah rahasia, bahwa di dalam pikiran Anda, sesuatu yang berlawanan tak akan bisa hidup berdampingan. Misalnya, keberanian dengan ketakutan, optimisme dengan kekhawatiran, dan kedamaian dengan kegelisahan. Maka, untuk membuat pikiran negatif kita lenyap, kita harus memastikan bahwa pikiran menjadi positif.

Ya, cara untuk mengubah emosi negatif itu mudah! Mulai saat ini, pastikan Anda hanya memikirkan hal-hal yang positif. Jika pikiran Anda dipenuhi oleh keyakinan bahwa masa depan yang baik tersedia buat Anda, Anda dipenuhi kesibukan meraih impian Anda, dan Anda terus berpikir keras menemukan gagasan untuk meraih masa depan terbaik, dengan sendirinya pikiran dan emosi negatif itu akan hilang. Emosi negatif, hanya bisa timbul dari pikiran yang kosong! Jadi isilah pikiran Anda sepenuhnya dengan hal yang positif!

Jadi, ketimbang Anda terjebak oleh ketakutan akan kemiskinan (atau bahkan kematian, sakit dan semacamnya), lebih baik Anda berfokus pada upaya bagaimana Anda bisa meraih kekayaan (dan kesehatan...). Begitu pikiran Anda difokuskan pada pencapaian hal-hal yang baik dan Anda hasratkan itu, Anda tak akan sempat lagi “beternak monster ketakutan di dalam pikiran Anda”.

Selain itu, ada cara kedua untuk membuat kita terbebas dari rasa takut, gelisah dan khawatir yang membuat kita lemas kehabisan energi. Yaitu dengan memperkirakan akibat terburuk dari keadaan yang kita takutkan, cemaskan dan gelisahkan itu. Apa sih akibat terburuk dari kemiskinan? Hanya penderitaan sesaat. Toh Anda masih bisa menikmati hidup walau Anda miskin. Katakanlah, ketika Anda bisnis, lalu Anda kehilangan modal, apakah hidup Anda berakhir? Tidak juga bukan.

Siapkanlah diri Anda untuk menghadapi keadaan terburuk. Pikirkan bahwa betapapun buruk keadaannya, toh Anda masih bisa tetap hidup dan mengubah keadaan.

Lebih dari itu, akan sangat membantu jika Anda meyakini bahwa Allah Yang Maha Baik selalu siap menolong hamba-Nya yang terjepit kesulitan. Pasrahkan diri Anda pada-Nya. Bersikaplah tawakkal. Tak akan ada lagi monster ketakutan di dalam diri Anda.

Bahkan, jika yang Anda takutkan adalah kematian, pikirkanlah, apa buruknya kematian? Bukankah melalui kematian Anda akan terbebas dari segenap penderitaan di muka bumi, dan Anda bertemu dengan Tuhan Yang Menciptakan Anda? Jadi, tenang saja, semuanya akan baik-baik saja.

Tidak ada komentar: