Selasa, 14 April 2009

UNTUK SUKSES, BERTINDAKLAH

Dalam kenyataan keseharian, berlimpah jumlahnya orang yang punya mimpi, angan-angan dan hasrat untuk mengecap kesuksesan. Tapi banyak di antara mereka yang berhenti pada tataran pemimpi dan pengangan-angan semata. Lima tahun lalu mereka bermimpi, kini bermimpi, dan 5 tahun ke depan tetap masih bermimpi, tanpa aksi nyata. Mereka gagal mengubah apa yang ada di dalam pikiran menjadi kenyataan, karena mereka TIDAK BERTINDAK.

Dalam keseharian, berlimpah juga jumlahnya orang yang punya gelar akademis tinggi dan pengetahuan bertumpuk. Tapi karier mereka kalah jauh dibandingkan orang-orang biasa bahkan yang ”tak berpendidikan”. Mengapa? Karena mereka kalah dalam hal tindakan. Segudang ilmu yang tidak dipraktekkan, jelas tidak ada gunanya. Tetapi pengetahuan secukupnya yang dipraktekkan, akan memberi dampak yang nyata.

Tindakanlah yang mengubah impian menjadi kenyataan!

Semua Berawal dari Langkah Pertama
Banyak kisah yang membuktikan bahwa kekuatan semangat memang bisa membawa perubahan. Bahwa sebuah visi besar pada akhirnya memang akan terwujud.

Bagaimana itu bisa terjadi? Itu semua berawal dari satu langkah awal. Semuanya diawali oleh satu tindakan di permulaan perjalanan. Tanpa tindakan itu, tampak seremeh apapun, tak akan ada hal besar yang akan terjadi.

Tindakan semacam ini yang membedakan deretan orang-orang yang berhasil mengubah dunia, dengan barisan mereka yang tertelan oleh perubahan dunia. Di dunia bisnis dan karier, hukumnya tetap sama. Untuk membuat sebuah visi besar terwujud, persyaratannya satu: MULAI DENGAN SEBUAH TINDAKAN!



Rahasia Di Balik Tindakan
Tindakan, memang merupakan daya dorong yang mengubah apa yang semula ada di dalam pikiran semata, menjadi kenyataan. Tanpa tindakan, semua ide cerdas, keahlian dan kepintaran kita hanya akan menjadi potensi. Tindakan yang membuat semua itu menjadi sebuah daya dorong: sesuatu yang mendekatkan kita pada tujuan. Melalui tindakan, maka sumber daya yang kita miliki akan bermanfaat.

Pertanyaannya, apa yang membuat sebagian orang terdorong untuk bertindak, dan sebagian lainnya terperangkap dalam keadaan No Action Talk Only alias NATO?

Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Apa yang membuat Anda melakukan dan tidak melakukan sesuatu? Mengapa Anda memilih untuk olahraga di pagi hari? Karena Anda termotivasi. Karena Anda ingin tubuh Anda sehat. Lalu, mengapa pada suatu waktu Anda memilih untuk tidur lagi di pagi hari? Karena malas. Karena tak punya motivasi untuk melakukan yang lainnya.

Ya, kita punya daya pendorong terhadap tindakan. Itu yang kita sebut dengan motivasi. Sebaliknya, kita punya daya penghalang dari bertindak. Itu kita sebut kemalasan.

Mengapa orang bisa termotivasi ataupun malah menjadi malas? Apakah kemalasan dan motivasi tersebut bisa kita kelola? Atau kita yang diatur oleh mood kita: jika malas datang ya kita tenggelam dalam kepasifan, sementara jika motivasi muncul kita baru bertindak?

Apa yang kita sebut dengan kemalasan dan motivasi, merupakan bagian dari emosi. Emosi, dalam banyak hal ternyata lebih mempengaruhi diri kita. Misalkan, kita tahu betul bahwa tidur kembali di pagi hari tidaklah baik, untuk kesehatan maupun perolehan rezeki. Demikian pula merokok, tidak berolah raga dan sebagainya. Kita tahu itu buruk. Tapi kita seolah tak kuasa untuk tidak melakukan hal-hal semacam itu.

Sebaliknya, kita tahu bahwa berolahraga secara teratur itu baik, bahwa untuk meningkatkan volume penjualan, kunjungan kita harus lebih sering. Tapi kita enggan melakukannya. Kita justru memilih untuk tidak melakukan apa yang kita tahu itu baik.

Jika demikian, hal yang amat krusial adalah kemampuan kita mengelola emosi pribadi. Jika kita bisa mengatur kapan kita boleh malas (untuk bersantai dan istirahat) dan kapan kita harus termotivasi melakukan sesuatu, tentu segalanya jauh lebih mudah. Jika kita selalu bisa menghindar dari rasa malas dan sebaliknya sanggup memanggil motivasi agar memenuhi diri kita, tentu kita akan menjadi raja tindakan.

Kita melihat, bahwa orang-orang yang sukses di berbagai bidang adalah orang yang konsisten dalam bertindak. Mereka bertindak saat dibutuhkan, dengan menyisihkan rasa malas dan enggan. Orang-orang sukses di berbagai bidang adalah mereka yang selalu termotivasi untuk bekerja. Mereka bisa memanfaatkan waktu mereka untuk menghasilkan karya terbaik. Mereka bertindak konsisten, berbekal kemampuan mengatur emosi sehingga selalu dalam keadaan termotivasi.

Menyalakan Motivasi
Anda harus memutuskan untuk menjadi ahli bertindak. Anda harus memulai langkah yang benar, pada saat ini, dengan meninggalkan berbagai kebiasaan dan tindakan buruk di masa lalu. Untuk mendukung kehendak itu, ijinkan saya berbagi dengan Anda beberapa langkah yang bisa dilakukan, berdasarkan formula pengkondisian otak atau pikiran bawah sadar.

Pertama, perjelas apa keinginan Anda dan hubungkan satu tindakan yang harus Anda lakukan berkaitan dengan keinginan tersebut. Misalnya, Anda ingin punya penghasilan 3 juta rupiah dalam 6 bulan ke depan (sementara Anda saat ini masih tak punya penghasilan, juga tak punya modal). Anda tahu bahwa salah satu cara yang mungkin untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah dengan berbisnis memakai modal kepercayaan. Anda menjual barang dari kolega Anda dan mendapatkan komisi penjualan. Untuk mendapatkan hasil seperti yang diinginkan, Anda tinggal berupaya menjual barang tersebut sebanyak mungkin.

Kedua, kaitkan antara tindakan yang Anda tahu mesti Anda kerjakan tersebut dengan sebuah sensasi kebahagiaan dan kesenangan yang besar. Misalnya pikirkan bahwa jika Anda mulai melakukan penjualan dan konsisten hari demi haru melakukan penjualan, Anda akan dapatkan 3 juta rupiah per bulan, dan Anda bisa beli sepeda motor yang Anda inginkan sekaligus Anda bisa mempersunting gadis idaman Anda.

Ketiga, bayangkan bahwa jika Anda tidak melakukan itu, Anda akan merasakan sebuah kepedihan. Misalnya, Anda akan disisihkan oleh kawan-kawan Anda yang enggan berhubungan lagi dengan orang yang tak kunjung sukses. Atau gadis idaman Anda memilih kompetitor yang lebih prospektif masa depannya.

Keempat, pilihlah waktu untuk bersunyi dan melakukan relaksasi. Dalam keadaan relaks, Anda pikirkan soal sensasi kepedihan dan sensasi kebahagiaan yang mengiringi pilihan Anda tersebut. Berkomunikasilah dengan diri Anda – lakukan self talk atau pembicaraan diri – untuk menanamkan keyakinan bahwa Anda memang harus bertindak sesuai dengan yang direncanakan.

Kelima, bertahan dan bersabarlah. Anda bisa dipastikan akan berhadapan dengan ketidaknyamanan. Dan itu menggoda Anda untuk segera berhenti bertindak. Jangan pedulikan. Kalau jalur baru syaraf yang merepresentasikan kebiasaan baru tersebut telah menguat, apa yang pada awalnya terasa tidak nyaman, akan terasa nyaman dilakukan. Ini mirip dengan kebiasaan mandi. Ketika kecil Anda meronta-ronta tidak mau mandi. Orang tua Anda memaksa, lalu Anda terbiasa mandi. Kini, bagaimana kalau Anda tidak mandi?

Jadi, selamat bertindak dan meraih sukses yang Anda inginkan.

Tidak ada komentar: