Rabu, 09 Juni 2010

SULITKAH UNTUK MENCINTAI ORANG YAHUDI?

"Tuhanku...saat laknat bertebaran di mana-mana, jadikan aku sebagai penebar kasih.
Saat benci membahana...banjiri aku dengan Cinta..cinta...dan cinta..."

Hari-hari ini, sumpah serapah, laknat, nada benci, memang tengah membahana, tertuju kepada Bangsa Israel, yang kita kenal juga sebagai orang-orang Yahudi. Menyimak itu semua, tergelitik hati ini untuk menulis sesuatu tentang Orang Yahudi.

Sebagian kaum Muslimin..tampaknya punya persepsi yang mirip tentang Orang Yahudi, yaitu sebagai bangsa yang dikutuk dan dilaknat Allah. Tentunya, itu didasarkan pada pemahaman terhadap ayat-ayat Al Qur'an yang secara eksplisit memang "mengutuk" perilaku orang-orang Yahudi atau Bani Israel. Karena itulah...kesalahan yang dilakukan oleh beberapa orang yahudi, langsung membangkit semangat melaknat yang rupanya sudah terpendam dalam alam bawah sadar.

Saya coba mendaftar beberapa alasan mengapa orang Yahudi dikutuk Allah:

1. Mengaku sebagai kaum yang dikasihi Allah...tapi dalam kenyataan hidup sering bertindak khianat terhadap amanat yang diberikan Allah.
2. Mengaku sebagai umat pilihan, lebih mulia dibandingkan bangsa-bangsa atau umat lain..tetapi perilakunya tidak membuktikan demikian: mereka banyak berbuat kenistaan.
3. Sering memutarbalikkan ayat-ayat Allah. Kebenaran diputarbalikkan jadi kekeliruan. Sebaliknya, kekeliruan dianggap sebagai kebenaran.

Pertanyaannya adalah:
Apakah semua manusia yang dilahirkan sebagai orang Yahudi pasti melakukan hal-hal terkutuk sebagaimana di atas?
Sayang sekali saya tak punya tetangga orang Yahudi...tapi, setidaknya, dari berbagai buku dan berita yang saya baca, ada banyak orang Yahudi yang baik-baik, baik perilakunya, baik perkataannya, baik pikirannya. yang pasti, Albert einstein itu orang yahudi...dan melihat secara hidupnya, dia termasuk orang baik2. Apakah dia termasuk orang yang layak dikutuk? Sepertinya tidak....bahkan semestinya dia dimuliakan..apalagi dalam akhir perjalanan hidupnya...melalui fenomena alam yang dia teliti, dia bisa menyaksikan Keagungan Sang Pencipta.

Lalu, apakah bayi-bayi Yahudi pantas dikutuk? Apakah orang-orang Yahudi yang kesehariannya diwarnai dengan perilaku mulia: suka menolong orang, tak pernah merugikan orang, juga patut dikutuk semata-mata karena dia dilahirkan sebagai Orang Yahudi? Dengan akal sehat dan hati yang jujur, kita selayaknya menjawab: Tidak...!


Pertanyaan berikutnya: Apakah perilaku-perilaku buruk yang dilakukan orang Yahudi, kini tidak sedang kita ambil alih? Rasanya, berbagai perilaku buruk yang dinisbatkan kepada orang Yahudi..dulu dan kini ternyata kita juga melakukannya.

Bukankah kita, sebagai Muslim, merasa diri kita sebagai satu-satunya umat yang bisa masuk surga? Padahal, dalam kenyataan, banyak di antara kita yang Muslim ini bejatnya luar biasa?
Bukankah banyak di antara kita yang suka memutarbalikkan ayat-ayat Allah demi kepentingan ekonomi dan kekuasaan? Bahkan, seperti orang Yahudi jaman dulu...kita memanipulasi agama untuk kepentingan politik dan ekonomi kita....

Bukankah..yang dulu memenggal kepala Sayiddina Husein adalah mereka yang mengaku sebagai Muslim?
Bukankah yang kini menembaki Masjid milik jamaah Ahmadiah di Lahore adalah mereka yang mengaku sebagai Muslim? Juga yang menyerbu masjid Ahmadiah di Bogor, di Kuningan, bukankah mereka Muslim?
Bukankah yang menghukum mati Syaik Mahmud Thaha di Sudan, hanya karena tak setuju pada pandangannya, adalah mereka yang juga mengaku muslim.

Bukankah yang banyak korupsi di Indonesia sebagian besarnya juga Muslim?...Yang berlaku curang ketika pemilihan kuwu, bupati, gubernur hingga presiden...sebagian besarnya adalah juga Muslim?

Lantas apa bedanya kita dengan orang yahudi? Mereka punya Taurat dan banyak berbuat nista! Kita punya Al Qur'an dan ternyata banyak berbuat nista!

Kini, kita demikian mudah mengutuk orang Yahudi. Tidakkah kita bisa sedikit reflektif, untuk terlebih dahulu lebih banyak mengutuk diri kita sendiri? Karena, pada faktanya, kebusukan kita tidaklah sedikit....

Saudaraku...berbicara tentang Palestina...sesungguhnya hanya ada satu jalan untuk menciptakan kedamaian di sana...dan itu harus dimulai oleh kita yang mengaku sebagai Muslim. Kita harus berani berhenti membenci orang Yahudi. Kita harus berani memulai mencintai mereka.

Kedamaian di sana, hanya bisa terwujud jika kita bersedia menyingkirkan kebencian rasial kita. Karena kebencian itulah yang mengundang hadirnya kebencian dari pihak lain! (Inilah sunnatullah..benci pasti menarik benci...)

Lebih jauh...perdamaian di Palestina hanya bisa terwujud jika kita mau dengan tulus sama-sama berdoa, agar Allah memberikan jalan terbaik buat orang yahudi...membuat hati nurani sebagian pemimpin mereka yang keras kepala bisa terbuka...lalu pintu taubat bagi merekapun terbuka!

Ya, jika kita berharap dunia ini damai...kita harus belajar untuk mencintai semua orang. Kita mencintai orang Yahudi, Palestina, Amerika, semuanya...kita berdoa agar mereka semua mendapatkan hal-hal terbaik dalam kehidupan mereka...lalu kita belajar untuk hidup berdampingan dilandasi semangat menghargai kemanusiaan kita masing-masing!

Sulitkah? Tidak, jika hati kita sudah kita beningkan!

1 komentar:

Admin mengatakan...

saya kebetulan berinteraksi dengan beberapa orang yahudi. kami saling membantu. kebetulan lagi, kami juga seirama dalam memandang aspek2 ketuhanan. dan saya yang lahir dan tumbuh dari keluarga muslim, selalu mendoakan semua mahluk. tak terkecuali beberapa orang yahudi yang saya kenal, yang kemudian hari menjadi sahabat saya.amien