Senin, 11 Mei 2015

PANCA SILA KEKUATAN PEMERSATU



 

 

Oleh P.B. Susetyo & S.H. Dewantoro

 

 Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki 250 juta penduduk, 13.466 pulau, 1500 suku dan 1027 bahasa, juga punya budaya dan tradisi yang sangat kaya, serta ragam agama dan kepercayaan yang dipeluk penduduknya.  Negara seperti ini rentan mengalami disintegrasi jika tidak memiliki kekuatan pemersatu.  Sejauh ini, Panca Sila yang telah ditetapkan sebagai dasar negara adalah pemersatu berbagai suku, agama, dan ras yang ada di Indonesia, karena Panca Sila adalah jiwa bangsa dan karakter murni bangsa Nusantara.
 
Posisi Panca Sila sebagai dasar negara memang telah ditegaskan di dalam Pembukaan UUD 1945 : “Maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Dalam posisinya sebagai dasar negara inilah, Panca Sila memastikan kebhinekaan di Indonesia tetap terlindungi dan tersatukan dalam satu harmoni.  Panca Sila merekatkan penduduk Indonesia dari ujung Barat hingga ujung Timur, dari ujung Utara hingga ujung Selatan, karena memang Panca Sila adalah nilai bersama yang menjadi panduan hidup berbangsa dan bernegara.
 
Ketika Panca Sila sebagai nilai-nilai luhur yang menjadi jiwa bangsa ini dijalankan, tidak ada satu sukupun yang menonjolkan kesukuannya agar bisa mendominasi suku lainnya.  Demikian pula, dalam praktik berketuhanan, tidak ada pihak yang mendominasi, mengurangi eksistensi apalagi sampai meniadakan eksistensi pihak lainnya.  Panca Sila memandu semua warga negara hidup dalam kesetaraan, dan mendorong semua warga bersatu padu berbakti pada Ibu Pertiwi demi kesehteraan bersama.
 
Sejauh ini, Panca Sila telah menjadi kekuatan untuk menjaga agar tidak terjadi perpecahan dan disintegasis Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Jika Panca Sila sebagai dasar negara digantikan oleh tatanan atau ideologi dari satu kelompok saja - yang bukan merupakan jiwa bangsa secara menyeluruh, disintegrasi bangsa pasti terjadi.  Sebagaimana telah terjadi pada negara-negara eks Uni Sovyet, negara-negara Balkan, juga negara-negara Timur Tengah.
 
Keragaman adalah karakter natural bangsa ini.  Ini sudah dinyatakan pula lewat falsafah Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa.  Penyeragaman dalam bentuk apapun, berlawanan dengan karakter natural tersebut, dan hanya membawa kehancuran.  Pada titik inilah, kita mengerti letak kekuatan Panca Sila sebagai kekuatan pemersatu.  Sekali lagi, Panca Sila adalah jiwa bangsa dan watak murni bangsa Nusantara – dan ia telah ada sepanjang kehidupan bangsa Nusantara dengan berbagai suku anggotanya.

Tidak ada komentar: