Minggu, 29 Mei 2016

APAKAH REINKARNASI ITU NYATA?






Idealnya, setiap manusia yang pernah hidup di muka bumi tidak mesti kembali ke muka bumi atau mengalami reinkarnasi.  Mereka bisa terus melanjutkan kehidupan dengan mendiami planet lain, baik di galaksi yang sama atau galaksi yang berbeda.  Capaian itu sesuai tataran perjalanan mereka ketika hidup di muka bumi.  Bahkan idealnya manusia bisa mencapai tataran ketika tidak lagi terikat oleh dimensi ruang dan waktu, benar-benar bettransformasi menjadi keberadaan dalam gatra energi murni yang omnipresence, bisa ada di mana-mana.


Tetapi kenyataannya, manusia yang dilahirkan di Planet Bumi memiliki free will.  Maka selalu ada kemungkinan manusia bertindak yang menyimpang dari penugasan atau missi sebagaimana tertera dalam cetak birunya.  Manusia juga bisa membuat jiwanya melekat pada Bumi dan segala perkara menarik yang ada padanya.

Faktor kemelekatan inilah yang menjadi pemicu manusia mengalami reinkarnasi.  Dalam perbincangan dengan R Aprilia Gunawan, partner penulis dalam menyelenggarakan Pelatihan Medseba, penulis mendapatkan konfirmasi terhadap apa yang tumbuh dalam kesadaran penulis.  R Aprilia Gunawan yang diberi talenta bisa membaca perjalanan jiwa, mengungkapkan penyaksiannya bahwa jiwa mengalami reinkarnasi karena berbagai faktor.

Jiwa-jiwa yang pada saat hendak memasuki “kematian” yang merupakan gerbang kelahiran baru, pasti mengalami reinkarnasi ketika ada dalam kesadaran yang tidak jernih dan tidak benar-benar berserah diri total.  Ketika seseorang pada ujung kehidupannya di Planet Bumi ini masih memiliki hasrat ragawi yang bergolak, masih ada rasa penasaran karena ada kesenangan ragawi yang belum puas dinikmati, ia pasti mengalami reinkarnasi.

Demikian pula, ketika seseorang yang berada dalam ujung kehidupan, masih memikirkan apa yang dia tinggalkan, entah itu pekerjaan yang belum selesai, keluarga yang sangat disayangi, harta benda yang melekat kuat pada jiwanya.  Reinkarnasi adalah kepastian.  Bagi  yang seperti ini, daya tarik bumi menjadi demikian kuat sehingga menarik sang jiwa untuk kembali.

Bahkan orang-orang yang memiliki pengetahuan spiritual luas, bisa saja mengalami reinkarnasi, kembali ke Planet Bumi.  Faktor penyebabnya antara lain karena merasa diri sebagai “orang suci” atau “orang terpilih”.  Kesenangan yang mempertebal keakuan karena dianggap sebagai mahaguru juga bisa menjadi factor pemicu reinkarnasi.

Tentu saja, tidak semua orang mesti dan pasti mengalami reinkarnasi.  Namun ada hukum semesta yang memungkinkan orang kembali hidup di Planet Bumi.  Pada ujungnya, kita sendirilah yang menentukan apakah akan bereinkarnasi kembali di Planet Bumi atau meneruskan perjalanan ke dimensi baru yang lebih halus dan sempurna.

Tidak ada komentar: