Senin, 23 Mei 2016

MENYINGKAP RAHASIA RASA SEJATI






Rasa sejati atau rasa sayekti, adalah perangkat kecerdasan utama bagi manusia. Realitas ini membantah pandangan bahwa otaklah perangkat kecerdasan satu-satunya manusia.  Otak memang perangkat kecerdasan manusia, tetapi bukan satu-satunya. 

Lokus atau tahta keberadaan rasa sejati adalah di telenging manah, susuhing angin, atau pusat hati.  Gatra fisiknya tidak ada, tetapi keberadaan dan fungsinya nyata.  Melalui perangkat ini manusia bisa mengetahui berbagai perkara termasuk perkara yang teramat halus dan rumit.  Cara kerjanya adalah dengan sistem deteksi getar, seperti sistem pendeteksi di dalam kapal selam yang bekerja mempergunakan gelombang sonar. 

Lebih jelasnya, demikianlah cara kerja rasa sejati.  Setiap benda atau keberadaan di semesta ini, masing-masing memiliki getaran tersendiri.  Getaran inilah yang ditangkap oleh rasa sejati.  Ia menjadi semacam kode yang memberi informasi tentang realitas dari benda atau keberadaan itu.  Dan melalui proses yang sangat cepat, rasa sejati meng-enkripsi atau mengurai dan mengubah kode ini menjadi data atau informasi yang bisa dibahasakan dan dimengerti.

Rasa sejati, dengan demikian adalah perangkat kecerdasan tersendiri di dalam diri manusia.  Ia berbeda dengan otak. Rasa sejati bekerja secara independen tidak dipengaruhi oleh otak atau mempergunakan otak.  Inilah yang sesungguhnya dinyatakan sebagai kecerdasan spirit, kecerdasan roh, atau kecerdasan ilahiah (divine intelligence) yang ada pada diri manusia.

Ini pula sesungguhnya yang membedakan manusia dengan berbagai titah urip lainnya, termasuk binatang.  Binatang memiliki perangkat otak dan punya kecerdasan yang dihasilkan oleh otak.  Tetapi mereka tak punya rasa sejati.

Setiap manusia memiliki rasa sejati ini.  Sesungguhnya pula, setiap saatnya ada pesan yang disampaikan kepada manusia melalui rasa sejati ini.  Tapi kenyataannya pada saat sekarang, sangat jarang manusia yang bisa mengetahui apa pesan yang muncul melalui rasa sejati.  Kecerdasan rasa sejati ini masih menjadi perkara langka.  Mayoritas manusia lebih punya kesadaran mengenai informasi yang dicerap, diproses, diolah dan disampaikan oleh otak.  Sementara hanya sedikit yang telah sadar penuh dan bisa mengetahui pesan atau informasi dari rasa sejati.

Pertanda mereka yang cerdas karena fungsi dari rasa sejatia adalah kemampuan mengungkap berbagai perkara yang belum pernah disaksikan dengan panca indera, juga belum pernah diajarkan melalui proses pendidikan dan pengajaran.  Sebenarnya, saat ini masih ada orang-orang yang karena proses hidupnya masuk kategori manusia yang cerdas karena rasa sejatinya.  Umumnya sejak kecil cenderung sangat terhubung dengan berbagai realitas kehidupan.  Bahasa populernya, mereka dekat dengan alam.  Mereka sering menyendiri lalu bergaul karib dengan berbagai unsur semesta: tanaman, binatang, juga benda-benda angkasa.  Sementara pada saat yang sama, mereka cenderung tidak menyukai kegiatan pembelajaran yang mengandalkan fungsi otak.

Orang-orang seperti ini, seringkali menunjukkan keadaan dan mengungkapkan kenyataan yang sulit dimengerti orang pada umumnya: tidak berpikir tapi bisa tahu.  Tidak mau (banyak) menggunakan otak, tapi tahu tentang berbagai perkara.  Sebagian mereka, biasanya kesulitan membahasakan pengalaman mereka yang kaya ke dalam bahasa yang bisa dimengerti banyak orang, karena kosakata yang mereka miliki sangat terbatas.


Metoda Melejitkan Kecerdasan Rasa Sejati

Kehidupan manusia yang serba selaras, hanya bisa tergatrakan manakala manusia lebih berpegang kepada kecerdasan rasa sejatinya.  Kecerdasan rasa sejati yang bisa dibahasakan sebagai Cosmic Intelligence atau Divine Intelligence, pasti membawa manusia kepada ketertataan dan harmoni.  Inilah kondisi satu-satunya yang bisa memastikan keselarasan semesta terejawantahkan dalam kehidupan manusia.

Lalu, apa yang bisa dan perlu dilakukan agar manusia yang semula hidupnya lebih didominasi oleh kecerdasan otak kemudian berubah menjadi lebih berpegang kepada kecerdasan rasa sejati?  Disarankan untuk menjalani teknik meditasi berikut: Sadari nafas yang mengalir natural.  Biarkan oksigen masuk dan keluar secara natural.  Lalu, pada saat menghembuskan nafas dan kita sampai ke ujung nafas, tahanlah nafas di situ sejauh kesanggupan.  Momen menahan nafas ini adalah momen untuk melampaui pikiran dan terhubung dengan sumber energy murni di dalam diri yang jika digambarkan merupakan sesuatu yang kosong tapi isi, isi tapi kosong.

Ini adalah cara efektif untuk membuat manusia terhubung dengan rasa sejatinya.  Jelasnya, inilah cara yang bisa membuat kecerdasan otak terhubung dengan kecerdasan rasa sejati, dan menjadikan manusia mengerti serta mengikuti pesan-pesan yang disampaikan rasa sejati. 

Untuk bisa mengerti apa yang diinformasikan oleh rasa sejati, manusia yang jiwanya terikat sepenuhnya dengan raganya, memang perlu memiliki kesadaran yang membuat fungsi otak terhubung dengan fungsi rasa sejati.  Jelasnya, sang aku atau hulun bisa mengerti atau mengetahui sebuah perkara apabila otaknya memberi tahu itu.  Maka, agar sang aku atau mengetahui pesan dari Tuhan, memang diperlukan keterhubungan antara otak dengan rasa sejati. 

Secara fisik, keterhubungan ini ditandai oleh berkembangnya sistem neuron atau syaraf pada otak yang menerima, menyimpan dan menyampaikan informasi dan pengetahuan dari rasa sejati.  Sistem ini terbangun manakala manusia intensif melakukan meditasi O2 dengan sering menyadari aliran nafas dan menyadari sumber energy di pusat hati, dan terhubung dengan energi murni yang mengalir dari situ.  Energi murni yang mengalir dari pusat hati dengan pola fibonacci serta menimbulkan getar dan dengung inilah yang menata sistem saraf pada otak dan memperbaharui pola relasi otak dengan rasa sejati.

Tidak hanya itu, Meditasi O2, dengan sistem kerja yang sama sebagaimana dalam pembentukan keterhubungan otak dengan rasa sejati, juga otomatis melejitkan kecerdasan manusia yang berpangkal pada otak.  Secara rinci, Meditasi O2 membuat manusia lebih bisa memfungsikan pineal gland sehingga meluaskan daya masukan data kepada otak, juga membuat sistem pemrosesan dan penyimpanan data pada otak menjadi lebih tinggi kinerjanya.

Peningkatan kinerja kecerdasan otak ini, juga berpengaruh terhadap tingkat keterhubungan otak dengan rasa sejati.  Semakin tinggi kinerja otak, semakin mudah pula ia menerima, memproses dan menyampaikan data dari rasa sejati.  Sehingga otomatis manusia menjadi lebih mudah mengerti pesan dari rasa sejati.

Pembaharuan kehidupan di Planet Bumi niscaya terjadi manakala kecerdasan otak berpadu dan selaras dengan kecerdasan rasa sejati.  Kecerdasan yang sinergis dan harmonis yang niscaya diraih siapapun yang intensif melakukan penyadaran nafas.


1 komentar:

toni biyozy mengatakan...

tanks banget ilmunya.....