Selasa, 26 Juli 2016

LAKU KEDJAWEN SAYEKTI





Layang Djojobojo (Layang Nata) yang merupakan bagian dari Manuskrip Kuna Gunung Klothok membabarkan laku Nusantara Kuna yang sesungguhnya.  Ternyata, di dalam kata Kedjawen, terdapat pola laku yang benar-benar bisa membawa manusia pada kecemerlangan dan kesempurnaan hidupnya.

Kata Kedjawen adalah tembung wancahan, atau kata yang tersusun dari aksara depan sebuah rangkaian kata.  Delapan kata yang aksara depannya membentuk kata Kedjawen, ternyata membentuk 8 formula hidup sempurna.  Rupanya bukan kebetulan juga jika angka 8 ini sekaligus merupakan simbol infinity, simbol energy yang tak pernah terputus, mengalir berkelanjutan secara penuh, membentuk kesempurnaan. 

Demikianlah uraian dari formula hidup sempurna yang terkandung dalam kata Kedjawen:

(K) KAHURIPAN (Kehidupan)
Formula hidup sempurna yang pertama dan paling utama adalah menyadari Kehidupan.  Kehidupan disadari dengan menyadari nafas yang mengalir di dalam tubuh ini dan menjadi penyebab kehidupan.  Menyadari nafas niscaya membawa pengertian bahwa dalam setiap detik kehidupan, setiap pribadi mendapatkan anugerah tak terkira dari Sang Sumber Hidup.

(E) ENOTUK (Jatidiri)
Siapapun yang cermat dan intensif menyadari nafasnya, pasti bisa menemukan susuhing angin atau telenging manah, yang letaknya ada di balik ulu hati.  Inilah titik yang menjadi gerbang perjumpaan dengan Diri Sejati.  Siapapun yang intensif menyadari titik ini niscaya sadar akan jatidirinya.
Titik inilah yang menjadi pusat keberadaan seorang manusia dan di sanalah Tuhan bertahta.  Dengan menyadari titik itu niscaya seseorang bertemu dengan Guru Sejatinya, dan terhubung dengan Pusat Kecerdasan Tertinggi dan Sumber Energi paling murni pada diri manusia.

(D) DAWUH (Perintah)
Dengan menyadari jatidiri dan secara intensif masuk ke dalam pusat hati, kita pasti bisa menangkap pesan-pesan kosmik atau perintah Gusti yang muncul dari pusat hati.  Inilah tuntunan yang pasti membawa pada keselamatan dan kecemerlangan hidup.

(J) JESO (Prinsip)
Seseorang yang telah dengan jelas menangkap pesan-pesan kosmik atau perintah Tuhan dari pusat hati, lalu menjadikannya sebagai prinsip kehidupan, niscaya hidupnya menjadi kokoh. Tak terombang-ambingkan dengan segala persepsi dan pandangan orang lain yang berseliweran di sekeliling kita.

(A) ANGGER-ANGGER (Tatanan)
Seseorang yang hidup selaras dengan pesan-pesan kosmik atau perintah Tuhan itu juga niscaya tertata hidupnya.  Apa yang semula berantakan secara natural akan terselaraskan.  Hidup akan menjadi perjalanan yang penuh harmoni dan keindahan.

(W) WOHONO (Firman)
Keterhubungan dengan Guru Sejati yang bertahta di pusat hati, niscaya membuat kata-kataNya menjadi kata-kata kita.  Apa yang terucap menjadi sabda mandi sabda dadi karena dilandasi kuasa-Nya.

(E) ELOK (Keajaiban)
Dengan keberadaan sabda mandi sabda dadi yang berpangkal dari pancaran energi murni di pusat hati, berbagai keajaiban dalam hidup bisa terjadi.  Apa yang semula tak mungkin dan tak terjangkau, bisa menjadi mungkin dan terjangkau dengan kuasa Gusti yang telah memenuhi kesadaran kita.

(N) NOWOSO (Keperkasaan)
Demikianlah prinsip-prinsip keperkasaan leluhur Jawa.  Keperkasaan itu muncul karena kejumbuhan atau kebersenyawaan dengan Tuhan yang Maha Perkasa.  Kesadaran dasarnya, kita bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, yang ada dan bekerja dalam hidup kita hanyalah Tuhan Yang Maha Perkasa.

Tidak ada komentar: