Sabtu, 24 Juni 2017

MEDITASI PENJERNIHAN JIWA DARI PARASIT ENERGI



Dengan sengaja maupun tak sengaja, manusia bisa ditempeli bahkan dirasuki makhluk astral berfrekuensi rendah dari dimensi bawah.  Keberadaan makhluk astral ini membuat seseorang menjadi tidak murni jiwanya.  Makhluk astral ini menjadi parasit energi yang menyedot energi murni sekaligus menjadi tirai penghalang keterhubungan penuh dengan Guru Sejati.  Cara kerja yang umum, makhluk astral ini mengendalikan pikiran manusia yang ditempeli atau dirasukinya sehingga bisa bertindak sesuai agenda mereka.  Perlu dimengerti, bahwa sebagaimana manusia, makhluk astral berfrekuensi rendah dari dimensi bawah juga memiliki free will.  Jadi, mereka juga bisa memilih untuk memperalat manusia ketika ada kesempatan, dengan resiko tertentu yang pasti mereka tanggung pada waktunya.
Dalam khazanah supranatural, keberadaan makhluk astral yang menempel atau merasuki manusia ini dijuluki prewangan (bahasa Jawa) atau khodam (bahasa Arab).  Ada yang mendapatannya melalui ritual khusus baik melalui pembacaan mantra/wirid tertentu dengan berbagai bahasa, lewat upacara pemberian sesaji bahkan lewat laku penyiksaan diri seperti puasa pati geni atau ngebleng.  Ada juga yang mendapatkannya tanpa upaya demikian, tetapi prewangan/khodam itu datang sendiri atau diwariskan dari leluhur.   Sebagian orang yang punya talenta supranatural seperti yang dikategorikan anak indigo, seringkali tanpa mencari dan meminta mereka malah didatangi oleh makhluk-makhluk astral dari dimensi bawah yang ingin menumpang dengan alasan hendak membantu atau melindungi. 

Sebagian lagi tertempeli atau dirasuki makhluk astral dari dunia bawah, karena melewati atau memasuki tempat-tempat tertentu yang merupakan pusat populasi mereka dan tak punya cukup benteng atau melindungi diri.  Mereka sebenarnya tak mencari dan tak ingin terhubung dengan makhluk astral ini.  Tapi mereka tanpa sadar berada tempat yang memiliki portal untuk terhubung dengan dimensi bawah seperti memasuki kawasan yang di situ terdapat kerajaan siluman.  Tanpa kesadaran tinggi, tentu saja tubuh mereka menjadi mudah ditempeli dan dirasuki makhluk-makhluk astral di kawasan itu.
Sesungguhnya, makhluk-makhluk astral itu memang mencari tubuh yang mereka nilai canggih untuk menjalankan missi pribadi mereka.  Laksana kendaraan, tubuh manusia memang ada yang tergolong canggih dan kurang canggih.  Semakin canggih tubuh yang bisa dirasuki, semakin banyak pula agenda yang bisa dijalankan makhluk astral itu.
Ada juga orang-orang yang ditempeli makhluk astral karena kiriman dari orang lain.  Orang-orang yang terkena gendam, pelet atau santet dengan berbagai variannya, masuk kategori ini.  Makhluk-makluk astral ini menjadi alat bagi sang pengirimnya untuk mengendalikan pikiran dan tubuh sang korban.  Resiko bagi sang korban tentu saja berat, sebagian mereka tubuhnya benar-benar dirusak oleh makhluk astral kiriman itu sehingga menderita sakit parah hingga meninggal dunia.
Ada orang-orang yang ditempeli atau dirasuki makhluk astral, hanya disedot energi murni dan dipergunakan tubuhnya, tanpa mendapatkan kegunaan apapun karena mereka tak tahu bagaimana berkomunikasi dan menjalin aliansi dengan makhluk astral di dalam tubuhnya.  Sebagian malah tak menyadarinya.  Tapi ada yang secara sadar membuat kerjasama dengan makhluk astral itu dengan prinsip imbal balik: satu pihak mendapatkan sesuatu, dengan memberikan balasan setimpal kepada pihak lain.  Umumnya, manusia yang bekerjasama dengan makhluk astral ini bisa memiliki kekuatan supranatural tertentu.  Tetapi imbal baliknya, energi vitalnya disedot.  Jika energi di tubuhnya tidak memadai lagi, ia akan menumbalkan pihak lain.
Apapun latar belakang dan motifnya, ditempeli dan dirasuki makhluk astral adalah kondisi yang perlu ditata karena itu mengganggu pertumbuhan spiritual.  Mereka yang jiwanya tidak murni karena keberadaan makhluk astral ini, tentunya selalu tertabiri dari Sang Guru Sejati.  Banyak kasus seseorang merasa dituntun Guru Sejati padahal sejatinya dipandu oleh makhluk astral dari dimensi rendah.  Sebagian makhluk astral itu juga ada yang menyamar menjadi leluhur orang yang ditempeli/dirasuki, atau menyamar sebagai Guru Suci dari kalangan dewa dewi.  Sehingga orang yang ditempeli/dirasuki merasanya dituntun oleh leluhur atau Guru Suci.
Berikut ini rupa visual jiwa yang ditempeli oleh makhluk astral dari dimensi rendah.




  


Gambar di atas adalah contoh orang yang secara sadar berkolaborasi dengan makhluk astral dari dimensi bawah.  Makhluk astral yang diajak kolaborasi adalah siluman ular.  Seringkali orang dengan kasus di atas, tak teridentifikasi oleh mata lahiriah.  Yang bersangkutan bisa saja sangat memukau secara lahiriah, baik mempergunakan topeng tokoh agama, tokoh spiritual, tokoh budaya dan  lainnya.  Karena itulah banyak yang tertipu dan menjadi pengikut fanatik mereka.  Tetapi mereka yang memiliki mata bathin yang tajam bisa mengetahui realitas mereka apa adanya.
Terdapat juga jiwa yang dirasuki dan diikat oleh makhluk astral yang dikirim oleh pihak lain.  Mereka sendiri kadang tak menyadarinya.  Tetapi demikianlah yang bisa disaksikan melalui mata bathin.  Ada yang kemudian berimbas menjadi sakit fisik, ada yang secara fisik sehat-sehat saja tetapi pikiran mereka dikendalikan dan energi vital mereka disedot perlahan-lahan.





Dua gambar di atas adalah gambaran jiwa orang yang kepribadiannya menjadi ganda karena tubuhnya dirasuki makhluk astral.  Makhluk astral ini datang saat yang bersangkutan melakukan ritual tertentu, meskipun ritual itu tidak mereka tujukan untuk menarik sang makhluk astral,  Tapi karena ada faktor obsesi saat menjalankan ritual, maka itu menjadi kekuatan magnetis yang menarik sang makhluk astral.  Seringkali yang bersangkutan juga tidak menyadari keberadaan sang makhluk astral itu, hanya merasa dirinya aneh – ada sesuatu di dalam dirinya yang terasa bukan pribadinya, emosinya menjadi sangat labil – jika marah menjadi berlebihan tanpa bisa dikendalikan, dan seterusnya.
Penjernihan jiwa dan raga dari keberadaan makhluk astral yang menjadi parasit energi, hanya bisa terjadi jika yang bersangkutan benar-benar menginginkannya.  Terlebih jika makhluk astral itu memang diundang untuk datang.  Inilah bagian dari free will yang harus dihormati.
Jika seseorang yang menyadari keberadaan makhluk astral di dalam tubuhnya lalu ingin menjernihkan diri, ia bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan orang lain.  Jika kemelakatan makhluk astral itu tubuh tidak terlalu kuat, sangat memungkinkan untuk melakukan penjernihan mandiri.  Caranya adalah dengan terhubung kepada sumber Divine Energy di pusat hati, membiarkannya memancar untuk penjernihan diri, lalu berpasrah agar Divine Energy itu bekerja menata diri menuju kejernihan.  Bisa juga dibantu dengan mandi air garam kasar secara berkesinambungan.
Jika makhluk itu terlalu melekat kuat, atau memang kiriman orang lain, memang pada umumnya dibutuhkan bantuan dari orang yang berkesadaran untuk menjernihkannya.  Saya pribadi pernah mengalami berbagai kasus ketempelan atau kerasukan makhluk astral ini, mulai dari tanpa sengaja mengundangnya melalui ritual tertentu, ditempeli makhluk astral gara-gara memasuki kawasan yang merupakan pusat populasi makhluk astral, maupun karena dikirimi orang lain.  Saya seringkali tak bisa membereskannya sendiri melainkan harus dengan bantuan dengan orang lain.  Meskipun saya terbiasa membantu orang lain untuk menjernihkan diri dengan melepaskan ikatan dengan makhluk astral. 
Berikut ini adalah contoh kasus bagaimana gambaran seseorang yang raganya dibersihkan dari makhluk astral yang memberi dampak pada sakit fisik sekaligus mendistorsi penalaran.  Makhluk astral yang menempel sejenis siluman ular.  Ketika sang makhluk astral ini dikeluarkan dari tubuhnya dan dikembalikan ke asalnya, sakit fisik dan distorsi nalarpun hilang.  Proses penjernihan seperti ini bisa terjadi secara efektif jika ada kerjasama dengan pihak bersangkutan.  Yang bersangkutan perlu dengan kesungguhan bertekad menjernihkan diri dan kembali kepada kemurnian.






Keterangan: Kiri, sang pasien masih dibelit siluman ular. 
Kanan, sang pasien sudah jernih.

Tidak ada komentar: