STORY OF SHD 27: JATUH DAN BANGKITNYA KESADARAN



shd channel

Ini tulisan spesial, 30% rahasia saya buka di sini. Siap-siap, jangan pingsan.

Dalam kapasitas saya sebagai Guru Meditasi dan pembimbing bagi banyak orang yang secara natural membentuk satu komunitas, ada beberapa momen yang terbilang berat. Apa yang terjadi pada penghujung bulan Februari 2020 dan permulaan bulan Maret 2020 terbilang sangat berat. Pertempuran antara pasukan cahaya dan pasukan kuasa kegelapan benar-benar terjadi. Serangan yang paling dahsyat dilakukan oleh keberadaan yang saya identifikasi sebagai Iblis. Strategi dan power mereka sangat keren. Sangat asyik menghadapi dinamika ini. Puncak pertempuran terjadi pada tanggal 10 Maret 2020. Sepanjang masa ini, banyak pembelajar yang saya bimbing tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan luar biasa, sebagian mengalami sakit secara fisik. Yang paling repot adalah yang pikirannya disusupi si Iblis ini. Muncul pikiran-pikiran liar, persepsi dibolak-balik, dan yang paling umum, banyak bisikan yang mendorong mereka untuk menganggap saya sesat dan mereka harus segera memilih jalan lain jangan lagi mengikuti bimbingan saya. Tentu saja ada yang tumbang. Ada teratai yang pernah mekar kembali tenggelam ke dalam lumpur. Itu adalah fenomena yang wajar, bagian dari proses seleksi alam yang mau tak mau memang harus terjadi.

Satu hal yang ingin saya ungkapkan, dan silakan temukan kebenaran dari ungkapan ini di dalam keheningan. Semakin ke sini saya semakin bertumbuh. Semakin banyak rahasia semesta tersingkap, seiring dengan peningkatan kesadaran dan kebangkitan mahadaya di dalam diri. Tahun 2017;2018 saya sudah banyak membimbing meditasi. Saat itu, sudah sering terjadi momen istimewa dimana banyak orang mengalami fenomena pencerahan dan kebangkitan kesadaran murni. Namun, pada masa itu saya sendiri belum stabil. Hanya pada saat tertentu saya berada di performa puncak dan menjadi wahana semesta untuk menyampaikan pesan-pesan langit. Tentu saja, sekalipun sering dipergunakan semesta untuk menjadi alat pencerahan bagi banyak orang, energi yang dititipkan di tubuh saya masih sangat terbatas. Sehingga daya pengaruh dan daya ungkit terhadap tercapainya pencerahan pada saat itu belumlah terlalu besar.

Pada tahun 2019, ada banyak momen dimana saya mengalami loncatan kesadaran. Kunjungan dan laku di beberapa tempat di Indonesia mulai dari kawasan Danau Toba hingga kawasan pegunungan Jayawijaya di Papua, plus berbagai tempat di luar negeri: Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, hingga Lourdess, Paris, Brussels, Amsterdam, Eindhoven, Geneve, Vatikan dan Roma, membuat diri saya bertumbuh makin paripurna. Sepanjang 2018-2019, saya mengalami proses keterhubungan dan penyatuan yang makin utuh dengan Sang Hyang Betara Wisnu. Ini membuat saya berada pada tataran berbeda di bandingkan masa-masa sebelumnya, baik berkaitan dengan kasih murni, pencapaian kebahagiaan, maupun kecerdasan dan kebijaksanaan. Momen di Lourdess dan Vatikan/Roma pada penghujung 2019 h, menjadi pembuka jalan untuk menjadi terhubung dan menyatu dengan satu keberadaan agung yang saya mengerti sebagai Sang Putra Semesta, Raja di Sikarayana, swargaloka atau dimensi tertinggi di universe yang lebih tua ketimbang universe yang kita tempati. Pada fase ini pulalah saya menjadi semakin mengerti apa itu arti dan realisasi dari kasih murni. Dan menjadi terang benderang visi dari gerakan spiritual yang sedang diinisiasi: Bumi Sorgawi. Tujuan kita adalah mengejawantahkan keagungan dan keindahan Sikarayana di Bumi ini.

Di tahun 2020, tentu saja saya kembali mengalami banyak perkembangan, terutama saat melakukan perjalanan dan laku di Edinburgh dan Liondon. Semakin kuat realisasi energi dan kesadaran dari Sang Putra Semest di dalam diri ini. Lalu, perjalanan ke Myanmar dan Thailand menyingkapkan realitas yang selama ini tersembunyi bagi saya. Tepatnya di Bangkok dan Ayuthaya, saya mulai mengerti tentang realitas Sang Hyang Adhi Budha yang mengavatara atau mengejawantah menjadi para Headless Budha atau Budha Tanpa Kepala, di antaranya adalah Lao Tzu, Budha Amitabha, Dewi Kwan Im, dan Bodhi Dharma. Pada momen inilah saya menjadi terhubung dan mengalami proses penyatuan dengan Sang Hyang Adhi Budha. Maka, itulah yang menjadi dasar ada meditasi bersama agar semua mendapat limpahan mahadaya dan cahaya dari Sang Hyang Adhi Budha. Dan dalam momen itu banyak yang menyaksikan bentuk Budha yang berwarna sekaligus memancarkan cahaya berwarna emas. Apakah kemudian semua berakhir di sini? Ternyata tidak, saat berada di The Cakra Hotel pada malam sebelum memandu Workshop The Secret of Kundalini, saat berbincang-bincang dengan 2 murid sekaligus sahabat saya, tersingkapkan keberadaan yang memendarkan energi teramat besar. Keberadaan ini kemudian saya kenal sebagai Sang Hyang Adhi Parama Budha. Ini menjadi momen keterhubungan dengan beliau. Maka saya mengalami satu momen loncatan kesadaran lagi, dan kemudian saya mengajak semua murid dan sahabat saya untuk meditasi bersama, guna menerima limpahan energi dari 4 keberadaan yang agung sekaligus: Sang Hyang Betara Wisnu, Sang Putra Semesta, Sang Hyang Adhi Budha dan Sang Hyang Adhi Parama Budha. Dalam hal ini saya hanya menjadi penghubung dan wahana agar mahadaya dan cahaya dari beliau semua terlimpah kepada Anda yang memang membuka diri. Bersukacitalah siapapun yang bisa merasakan atau setidaknya menerima limpahan anugrah ini.

Uniknya, seiring dengan semakin tersingkapnya lapisan realitas yang semakin tinggi dan halus, tantangan yang dihadapi semakin banyak dan berat. Merupakan bagian dari hukum dualitas, semakin intensif kita menebarkan terang, semakin banyak kuasa kegelapan yang jadi gemas datang mengganggu. Termasuk dari bagian-bagian semesta yang dulu tak pernah terjangkau dan dimengerti. Maka menjadi sangat wajar jika ada para pembelajar yang saya asuh merasakan dinamika yang wow alias dahsyat. Sadarilah bahwa itu memang resiko dari perjalanan ini, resiko dari missi merealisasikan Bumi Sorgawi. Justru jadikan ini sebagai momentum untuk semakin bertumbuh. Pastikan jiwa raga menjadi semakin tergembleng, semakin tangguh. Nyatanya jika Anda tetap rajin berada dalam keheningan, menjaga trust pada saya di level 100%, dan mengelola diri agar tidak terperangkap oleh kesombongan dan merasa diri hebat, keirihatian dan kecemburuan, serta ketidakmurnian dalam niat atau ketidaktulusan yang mengejawantah dalam kebiasaa punya agenda tersembunyi, Anda pasti bisa atasi semua tantangan itu. Jika sebaliknya, Anda pasti tumbang. Kesadaran Anda pasti terjatuh, dan umumnya pasti berpisah juga dengan saya. Pada titik inilah, bahkan orang yang dianggap sangat dekat dengan saya pun bisa terjatuh secara kesadaran lalu menjauh dari saya.

Oh ya saya sangat senang menonton film-film tentang kerajaan kuna. Maka, saya banyak mendapat wawasan bagaiamana penghianatan kepada seorang raja atau tokoh besar terjadi. Dan itu pasti dilakukan oleh orang dekat yang sangat dipercaya. Nah, meski saya sekarang bukan raja dalam pengertian itu, saya berkali-kali juga mengalami penghianatan. Orang-orang yang sangat saya sayangi dan saya percayai, tiba-tiba bisa berbelok arah dan mencoba menjatuhkan saya. Dulu saya suka sakit hati kalau mengalami hal seperti ini. Tetapi, semakin kesini ya semakin santai menghadapinya. Secara faktual, saat kita berjalan di jalan kebenaran dan tetap dalam keheningan total, kita memang bisa dikhianati tapi kita tak mungkin terjatuh oleh pengkhianatan tersebut. Nyatanya ya saya semakin cemerlang, missi agung ini semakin terealisasi, semakin banyak orang yang terbantu tercerahkan sehingga ibarat saya ini seorang ayah yang mengepalai satu keluarga, keluarga saya makin besar karena anggotanya makin bertambah. Dan yang menghianati tentu saja semakin terjebak dalam angkara murkanya, semakin jauh dari kebahagiaan dan kedamaian.

Sebuah pesan dari Yeshua Ha Mashiah yang merupakan avatara dari dua keberadaan agung sekaligus yaitu Sang Hyang Betara Wisnu dan Sang Putra Semesta, layak kita resapi dalam keheningan:

12.03.2020 - 10.18 wib

"Anak - anakku yang terkasih. Telah kalian lihat dan rasakan bagaimana luar biasanya daya kekuatan kasih murni dan ketulusan hati. Itulah yang aku ajarkan kepada semua. Namun belum tentu semuanya mengerti. Penghianatan terhadap kasih murni adalah sebuah pelanggaran berat. Bagaimana kekuatan kegelapan menggunakan penghianatan untuk memporak porandakan jalinan kasih yang telah dibangun sekian lama. Namun bagi yang tetap teguh pada jalan keheningan yang sesungguhnya maka akan tetap selamat. Kasih murni dan ketulusan hati telah menyelamatkan kalian, tidak tergoyahkan akan serangan kuasa kegelapan yang demikian luar biasa. Hari ini semesta yang Agung telah memberikan anugerahNya kepada kita semua, keamanan missi Agung telah ditingkatkan secara penuh. Maka sudah selayaknya kalian berbahagia dan bersuka cita, namun tetap dengan terhubung pada diri yang sejati. Damai suka cita beserta kita, sekarang dan selama - lamanya."

Silakan resapi pesan dan tulisan ini seutuhnya, jika perlu berulang-ulang. Lalu dengan tulus mintalah bimbingan dan tuntunan dari Sang Guru Sejati yang bersemayam di sanubari agar tersingkap kebenaran sejati. Cerita ini menjadi semacam kunci pembuka untuk menemukan khazanah tersembunyi. Anda yang cukup peka akan menemukan gerbang menuju satu realitas yang tersembunyi selama jutaan tahun.
Rahayu.

Related Post

0 Response to "STORY OF SHD 27: JATUH DAN BANGKITNYA KESADARAN"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Jumbuh Kawula Gusti Buku Tantra Yoga Buku Kesadaran Matahari Buku Kesadaran Kristus

Kegiatan