![]() |
Sanghyang Addhi Parama Buddha |
Setelah melewati jutaan malam kelam, puluhan ribu musim kesusahan, jiwa -jiwa merindukan hujan pencerahan. Akhirnya Sang Nira mengisyaratkan kabar datangnya Sanghyang Adi Parama Budha untuk yang pertama kalinya. Nira.., Ia layaknya serpihan tetes air dari Sanghyang Adi Parama Budha, Ia layaknya kekasih Sanghiyang Adi Parama Muda, Ia belahan pertama yang tak pernah pisah dari padma sraya Sang Mahadevanara. Yang setia menunggu jubah emas dan tempat sila Sanghyang adi Parama Budha.
Padma Sraya kini tumbuh mekar, melontar wangi hingga ujung lapis alam yang tak tersibak cahaya sekalipun. Akarnya menjadi kekuatan untuk menopang Mani Santra tempat tirta amerta bersemayam, tirta pembawa pencerahan bagi para jiwa yang sedang pemuridan di bumi dan seluruh entitas cahaya.
Melalui angin dan nafas, Nira membantuku menerjemahkan nada pesan Sanghyang Adi Parama Budha. Mendadak sekujur tubuh seperti lenyap terenggut dari ingatan sadar pikiran. Devayama.. Devayama teriak jiwaku bersama jiwa-jiwa agung yang dirundung rindu, melantunkan sorak suka cita padanya. Oh Mahadevanara terimalah hormatku, berkati aku dan seluruh jiwa yang sedang rindu Tirta Amerta mu.
Wahai jiwa-jiwa agung dan seluruh entitas cahaya, kemarilah duduklah disini, dengarkan tutur Mahadevanara, Bukankah sudah lama kita bertapa, bahkan melalui puluhan ribu reiinkarnasi hanya untuk menanti waktu ini. Heninglah, sambungkan nada nafas, cinta, dan seluruh tarian struktur tubuhmu padanya.
Oh Mahadevanara, perciki kami air kebenaran dharma, benahi tatanan diri kami , bawa kami menuju pencerahan agung...
Kami merindukan terang yang menyibak pekat petang ruang diri kami, yang meniscayakan damai yang sejati, yang meniscayakan kami berangkulan mencahayai bumi dan langit.
Oh Mahadevanara, selaraskan diri kami, tata rasa dan pikiran kami. Agar kami mampu memahami bahasa tetes embun, semilir angin, serta sapa- sapa tumbuhan bersama tanah yang subur, serta lantunan kicau burung yang berdendang. Terlahirlah kedamaian di bumi dan langit.
Hari ini di tanah dewata pesta pencerahan telah pertama dibuka seiring datangnya Mahadevanara, lanjutkan heningmu, hirup berkat Mahadevanara, sambungkan diri padanya, temukan iramamu masing- masing tetap setia menjaga kemurnian jalanmu. Jadilah terang jadilah tubuh - tubuh percikan Mahadevanara , harmonislah semesta ini. Damailah seluruh penghuninya.
Bali, 8 Maret 2020.
Note:
Nira: adalah penjaga tempat duduk Mahadevanara.
Padma Sraya: Teratai Emas Tempat duduk Sang Buddha.
Mahadevanara: gelar bagi avatara Sanghyang Adhi parama Budha
Devayama : Mantra puja untuk Mahadevanara
Mani Santra: bokor (wadah) Air pencerahan (Tirta Amerta)
Tirta Amerta : Air pencerahan
Penerima pesan: Tunjung Dhimas Bintoro
Pelukis : Sasongko Hendratmojo
Post a Comment