Kamis, 20 Mei 2010

RENUNGAN TENTANG TUHAN

Siapa sebetulnya yang selama ini kita pertuhankan? Tuhan sebenarnya? Atau konstruksi pikiran kita tentang Tuhan? Siapakah sesungguhnya Tuhan sebenarnya? Allah? Hyang Widhi? God? Yahweh? Gusti Pangeran Ingkang Akaryo Jagad?

Apakah yang menyembah Allah, telah menyembah Tuhan yang sebenarnya? Apakah yang menyembah Hyang Widhi ia berarti menyembah Tuhan yang bukan Allah? Apakah yang bakal mendapat kebahagiaan itu hanya yang menyembah Allah?

Pertanyaan yang lebih mendasar, apakah sebetulnya Tuhan punya nama? Siapa yang memberi nama pada Tuhan?

Saudaraku..belakangan ini, telah muncul kesadaran terbaru dari dalam diri saya mengenai hakikat Tuhan..sebuah kesadaran yang sebetulnya sangat terlambat muncul dibandingkan banyak pejalan ruhani lainnya yang telah lebih dini mendapatkannya.

Kini, saya sadar bahwa selama ini yang saya sembah tak lain adalah konstruksi pikiran kita sendiri mengenai Tuhan. Lebih parah, selama ini saya menyembah Tuhan yang dikonstruksi oleh kebudayaan tertentu yang diimpor dari luar....

Tuhan yang saya sembah selama ini adalah Tuhan yang saya bayangkan pencemburu, sektarian, suka menyiksa mereka yang tak patuh kepadanya, suka menghukum mereka yang tak pandai memujinya, bahkan kadang-kadang minta dibela....

Oh....akhirnya, diri ini sadar, menyembah Tuhan yang kita anggap pencemburu, dan sektarian, membuat diri ini cenderung tak toleran kepada mereka yang kita anggap menyembah yang lain......Kita merasa Tuhan hanyalah milik kita...dan kita menganggap Tuhan menjadi kecil hanya gara-gara ada manusia yang menyembah-Nya dengan cara dan bahasa yang berbeda.

Menganggap Tuhan itu suka menyiksa dan pendendam, membuat kita juga suka menyiksa dan mendendam..khususnya kepada mereka yang kita anggap sebagai musuh Tuhan.....

Menganggap Tuhan butuh dibela (agama-Nya)...membuat kita demikian konyol...dan rela bertindak kejam kepada mereka yang kita anggap tengah menyakiti Tuhan.

Sungguh...dengan nurani yang jernih...kita akan sadar bahwa selama ini, Tuhan kita sifati sesuai dengan sifat-sifat buruk kita. Kita membayangkan Tuhan itu lemah seperti kita, egois seperti kita, sempit hati seperti kita, bahkan kotor hatinya seperti kita....

Duhai Tuhanku yang Sebenar-benarnya Tuhan...aku mohon ampun atas kebodohan macam demikian.

Bimbinglah aku untuk mengenal Diri-Mu yang sesungguhnya.......

Sebelum aku mengenal Diri-Mu yang sesungguhnya...maka ijinkanlah aku untuk bertindak penuh kasih sayang.....menghargai manusia lain tanpa membeda-bedakan.....menghargai setiap ekspresi kebenaran dan kerinduan terhadap yang sakral.....dan ijinkan aku untuk tidak sekali-kali membelamu dalam perang agama apapun...karena aku menganggap Diri-Mu bisa membela diri sendiri.

Saudaraku..bagaimana dengan dirimu?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus sekali, emang tuhan yg asli pastilah beda dengan pemahaman dunia, sebagai contoh dunia mengajarakan balas dendam , tp tuhan mengajarkan ampunan , dunia mengajarkan meminta tapi tuhan ajarakn memberi, jadi kalo ada tuhan / agama yg mengajarkan pembalasan ato minta dibela kagak usah beragama kita pasti bakal membela yg kita percayai dan membalas yg jahat